Program Nusantara Sehat, Maluku Tak Tersentuh

Ambon,MenaraGlobal.com – Progran Nusantara Sehat ternyata belum maksimal diterapkan. Sebab, di beberapa daerah khususnya di Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Maluku Barat Daya (MBD), bangunan Rumah Sakit (RS) ada namun tidak memiliki tenaga medis (dokter).

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Jusup menjelaskan dengan adanya RS berarti pemerintah daerah telah memperlihatkan komitmennya terhadap masyarakat tetapi tidak adanya tenaga dokter menandakan Program Nusantara Sehat belum maksimal.  “Mestinya tenaga medis khususnya tenaga dokter ditempatkan juga di daerah kepulauan dan terpencil,” kata Ketua Tim Komisi IX, Dede Jusup usai mendengar aspirasi Pemerintah Provinsi Maluku di ruang rapat lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (14/12/2017).

Dalam program Nusantara Sehat telah disiapkan tenaga dokter dan tenaga medis yang dibiayai negara dengan insentif sekitar Rp 30 juta per bulan per orang. “Dengan insentif sebesar ini diberikan agar ada tenaga medis yang mau ditempatkan  di daerah-daerah seperti di Maluku. Timbul pertanyaan, mengapa wilayah Maluku belum terjangkau,” katanya.

Mantan aktor di era 80-an itu mengatakan, dalam bayangannya RS berarti besar tapi minimal Puskesmas. “Kalau tidak ada tenaga dokter satupun ini aneh,” katanya tak percaya.

Pihaknya tambah Dede Jusup, ingin agar program kesehatan terlaksana dengan baik. Untuk itu, pihaknya akan mendorong pembangunan sarana dan prasarana kesehatan agar daerah perbatasan dan terluar bisa terakomoditr.

“Sesuai dengan fungsi pengawasan maka kita akan menanyakan hal ini kepada pemerintah kenapa Progran Nusantara Sehat belum sampai ke Maluku, ada apa, ada masalah apa,” janjinya.

Dia mengakui bahwa, jika berbicara mengenai daerah yang begitu luas seperti Maluku maka biaya terbesar ada pada transportasi. “Saya sempat berpikir apa perlu ada RS terapung, sebab RS terapung bisa berpindah-pindah misalnya pada musim barat di sini dan musim timur di sana untuk mengantisipasi adanya pasien,” jelasnya.

Namun tambahnya lagi, kata Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua ombak di wilayah Maluku terlalu ekstrim dan harus dipikirkan kembali solusinya.

Jika pembangunan RS terapung tidak menyelesaikan masalah maka sebaiknya dibangun Puskesmas Terapung untuk mengurangi biaya transport. “Pembangunan Puskesmas terapung selain untuk mengurangi biaya perjalanan juga bisa digunakan untuk merawat pasien,” harapnya. (DW)

Tinggalkan Balasan