Raja Negeri Laha Apresiasi Kolaborasi Pemkot Ambon dan TP PKK dalam Penanganan Stunting

0-3840x2160-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:618378684235000;appts:1789629082858;qlty:1;;illum:5 scene:0 humanIn:5;
banner 468x60

 

AMBON,– Raja Negeri Laha, Muhammad Yasir Mewar, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perikanan bersama Tim Penggerak PKK Kota Ambon dalam memperkuat upaya penanganan stunting, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak berisiko stunting.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

 

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pemberian produk olahan ikan kepada orang tua yang memiliki anak berisiko stunting. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Negeri Laha, Kota Ambon, Kamis (17/9/2026), sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.

 

Muhammad Yasir Mewar menilai, bantuan produk olahan ikan merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap kebutuhan gizi anak. Menurutnya, langkah tersebut juga menunjukkan adanya komitmen bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Ambon, khususnya di Negeri Laha.

 

“Beta sangat mengapresiasi kegiatan dari Dinas Perikanan untuk bantuan ikan yang diolah oleh Dinas Perikanan bagi seluruh orang tua berisiko stunting. Beta sangat bangga karena penanganan stunting yang ada di Kota Ambon lewat Ketua Tim Penggerak PKK dan Dinas Perikanan memang sudah berulang kali dilakukan,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Dukungan pemerintah negeri, TP PKK, kader Posyandu, keluarga, serta masyarakat dinilai penting agar upaya pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak dapat berjalan secara berkelanjutan.

 

Menurutnya, Pemerintah Negeri Laha bersama kader PKK dan Posyandu terus melakukan pendampingan terhadap keluarga yang memiliki anak terdampak maupun berisiko stunting. Pemantauan juga dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga guna mengetahui kondisi anak sekaligus melihat kebutuhan keluarga.

 

“Beta sebagai Raja Negeri Laha juga sudah sering turun ke rumah masing-masing anak yang terdampak stunting. Makanya, kalau mau dibilang terkait dengan stunting yang meningkat 55, beta masih optimistis. Mungkin di tahun-tahun depan pasti angka tersebut akan menurun drastis,” katanya.

 

Lebih lanjut, Muhammad Yasir Mewar menjelaskan bahwa pemberian produk olahan ikan sangat relevan dengan potensi perikanan yang dimiliki Negeri Laha. Sumber daya perikanan yang tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan.

 

Ia juga mengapresiasi peran kader PKK dan Posyandu yang selama ini aktif mendampingi keluarga serta memantau perkembangan anak. Evaluasi dan pendampingan secara berkelanjutan menjadi bagian penting untuk memastikan program penanganan stunting memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Dari situlah Ketua selalu mengevaluasi terkait dengan stunting yang ada di Negeri Laha. Bahkan dari ibu-ibu PKK maupun Posyandu itu sudah maksimal mungkin untuk bagaimana caranya menangani angka stunting yang ada,” ungkapnya.

 

Raja Negeri Laha berharap sinergi antara Pemerintah Kota Ambon, Dinas Perikanan, TP PKK, Pemerintah Negeri Laha, kader Posyandu, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.

 

Dengan dukungan lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, upaya penanganan stunting di Negeri Laha diharapkan semakin optimal sehingga dapat mendukung terwujudnya generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas dari masalah gizi kronis.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60