Ambon,MG.com-Pemerintah Kota Ambon menggelar pasar murah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah konkret mengendalikan inflasi serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terlaksana atas penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa serta menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

“Jadi, atas tuntunan dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, kita boleh berkumpul di tempat ini dalam rangka menghadiri pembukaan pasar murah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Ambon menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari yang diumumkan Maret, angka inflasi secara nasional mengalami kenaikan signifikan. Kondisi serupa juga terjadi di Provinsi Maluku dan Kota Ambon yang tercatat berada di angka 5,9 persen.
“Kalau kita mengikuti perkembangan terbaru, inflasi secara nasional mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal yang sama juga terjadi di Provinsi Maluku dan di Kota Ambon. Rilis terbaru BPS untuk keadaan Februari yang dirilis bulan Maret ada di angka 5,9 persen,” jelasnya.
Ia menerangkan, kenaikan inflasi terjadi akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat yang tidak berbanding lurus dengan ketersediaan stok yang memadai.
“Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat dan tidak berbanding lurus dengan ketersediaan stok yang mencukupi, maka terjadi kenaikan harga. Itulah yang disebut inflasi. Ini menjadi tantangan bagi kita semua,” tegasnya.
Wattimena menambahkan, apabila inflasi tidak ditangani dengan baik, maka akan berdampak pada sulitnya masyarakat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan di Kota Ambon.
“Kalau tidak bisa kita atasi dengan baik, maka akan berdampak pada semakin sulitnya masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ini juga bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan di Kota Ambon,” katanya.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah di semua tingkatan untuk melakukan langkah-langkah terukur dalam menangani inflasi, terutama menjelang hari besar keagamaan nasional yang biasanya menjadi puncak kenaikan harga.
Sebagai bentuk intervensi, Pemkot Ambon menjual paket kebutuhan pokok dengan harga jauh di bawah harga pasar. Jika di pasaran paket tersebut bernilai Rp135.000, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp83.000 sehingga masyarakat cukup membayar Rp55.000.
“Kalau dibeli di pasar, paket ini harganya Rp135.000. Pemerintah kota mensubsidi Rp83.000, sehingga dijual hanya dengan harga Rp55.000. Lebih dari setengah harga kita subsidi untuk mengurangi beban warga,” ungkapnya.
Adapun isi paket pasar murah tersebut terdiri dari satu rak telur, gula 1 kilogram, terigu 1 kilogram, susu satu kaleng, minyak goreng, dan mentega.
Pasar murah ini akan dilaksanakan di setiap kecamatan di Kota Ambon dengan harapan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya umat Islam yang akan merayakan Idul Fitri.
“Kami berharap pembelian paket murah ini benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Mari kita berlaku adil. Yang membutuhkan itu yang harus diberikan, supaya program ini tidak salah sasaran dan benar-benar berdampak,” pungkasnya.











