Kasus DBD Tinggi, Dinkes Kota Ambon Lambat Tangani

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Ambom dalam kurun waktu enam bulan di tahun 2021, sebanyak 118 kasus. Kondisi ini berbeda dengan 2021 lalu yang hanya 55 kasus.

Menyikapi hal tersebut, anggota DPRD Provinsi Maluku, daerah pemilihan Kota Ambon, Edison Sarimanela menilai, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon lamban mengatasi kasus DBD yang terus meningkat di tengah pandemi Covid-19.
“Mestinya, setelah mendapat informasi adanya kasus DBD, Dinkes sudah melakukan langkah-langkah pencegahan, dengan melakukan sosialisasi, pendekatan dan berbagai hal agar bisa mengatasi penyebaran wabah itu,” katanya kepada wartawan di Sekretariat DPRD Maluku, Rabu (06/10/2021).

Sarimanela menegaskan, dengan data-data kasus DBD yang sudah dimiliki maka Dinkes Ambon harus bergerak cepat lakukan pemetaan kasus agar dapat dikawal bersama Dinkes Provinsi Maluku.
“Kan Dinkes sudah punya data, tapi kenapa tidak dikawal dan kalau dikawal tentunya tingkat penyebaran wabah tersebut bisa diatasi, apa lagi dimusim penghujan Kota Ambon terdapat lokasi genangan air, sehingga tidak bisa lengah,” katanya prihatin.

Menurutnya, pencegahan itu sudah harus dilakukan sejak awal, bukan menunggu sudah terjadi peningkatan kasus baru mulai bergerak.
“Itu artinya penanganan sudah terlambat, baik Dinkas Kota Ambon maupun Dinkes Provinsi Maluku,” jelasnya.

Anggota Komisi I DPŔD Maluku ini mengakui, kalau peningkatan kasus DBD bukan hanya mendengar tapi melihat langsung tingginya kasus DBD di Kota Ambon.
“Bukan hanya mendengar, tapi saya lihat langsung, saya tinggal di Passo dan daerah itu rawan DBD untuk itu saya minta segera melakukan langkah-langkah penanganannya,” bebernya.

Di Desa Passo kata Sarimanela, ada empat orang yang telah menderita DBD belum di kawasan lainnya di kota ini.
“Harus segera ditangani,” tegasnya. (D2)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60