Orasi Ilmiah Agus Siahaya Diduga Pakai Hasil Tulisan Orang Lain

  • Whatsapp
banner 468x60

 

Ambon, MG.com – Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Ambon, Dr. Agus Siahaya, SE., M.Pd diduga menggunakan hasil tulisan orang lain pada saat penyampaian orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke- 32 pada tanggal 31 Oktober 2019 lalu.

Orasi ilmiah Dr. Agus Siahaya berjudul “Era Industri 4.0 Tantangan Dan Peluang Perkembangan Pendidikan Tinggi Vokasi di Indonesia,” nampak sama persis dengan Pidato Prof. Dr. Muhammad Yahya., M.Kes., M.Eng dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Kejuruan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar pada (14/03/2018) yang berjudul “Era Industri 4.0 Tantangan Dan Peluang Perkembangan Pendidikan Kejuruan di Indonesia.

Sumber media ini yang meminta namanya tidak disebutkan menyatakan, kesamaan tersebut terlihat mulai dari judul, pendahuluan, isi hingga penutup.

“Dr. Agus Siahaya hanya mengganti kata “kejuruan” pada pidato Prof. Muhammad Yahya dengan kata “Vokasi” yang dicantumkan pada orasi ilmiahnya. Disini terlihat tidak ada perbedaan yang mendasar karena makna kejuruan dan vokasi sesungguhnya sama karena kejuruan itu pada tataran pendidikan menengah sedangkan vokasi pada pendidikan tinggi,” kata sumber.

Dijelaskannya, hal tersebut menunjukkan bahwa Dr. Agus Siahaya dengan sengaja mengambil hasil karya orang lain dalam hal pidato pengukuhan Guru Besar Prof. Muhammad Yahya secara utuh pada orasi ilmiahnya dan seakan-akan tulisan tersebut adalah hasil karyanya sendiri. Bahkan bertentangan dengan Permendiknas No. 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. Jika terbukti melakukan plagiat maka yang bersangkutan harus diberi sanksi seperti yang tertuang pada Pasal 12 Permendiknas No. 17 Tahun 2010.

“Perlu diketahui bahwa tindakan plagiasi sering dianggap hanya sebagai pelanggaran etika dan bukan perbuatan melawan hukum. Tapi pada dasarnya plagiasi itu sudah melanggar UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Jadi yang bersangkutan juga bisa dituntut secara pidana karena telah melanggar Undang-Undang tentang Hak Cipta,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai seorang yang memiliki gelar akademik tertinggi, Dr. Agus Siahaya tidak sepantasnya melakukan tindakan tersebut.

“Ini jelas merupakan“kejahatan intelektual” karena mengambil karya orang lain dan menjadikannya seolah-olah merupakan karya sendiri. Plagiarisme yang dilakukan secara sengaja oleh Dr. Agus Siahaya adalah tindakan yang memalukan dan sangat melanggar norma-norma ilmiah yang seharusnya dijunjung tinggi oleh semua akademisi,” ungkapnya.

Selain itu, Sumber juga menjelaskan bahwa orasi ilmiah Dr. Agus Siahaya yang merupakan hasil karya orang lain adalah suatu pembohongan dan sebenarnya menurunkan integritas diri.

“Kasarnya, yang bersangkutan telah mencuri buah pikir orang lain. Oleh karena itu Pimpinan Politeknik Negeri Ambon harus memperhatikan masalah ini dan memberikan tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku kepada yang bersangkutan, apalagi saat ini Dr. Agus Siahaya adalah merupakan ketua Jurusan,” bebernya.

Dengan demikian, hal ini merupakan masalah serius yang mau tidak mau harus diselesaikan, supaya menjadi catatan bagi civitas akademika dan dikemudian hari tidak ada lagi plagiarisme di Politeknik Negeri Ambon dalam bentuk apapun.

Saat di konfirmasi, Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Ambon, Dr. Agus Siahaya, SE., M.Pd membantah tudingan yang di arahkan kepada dirinya.

“Pak Yahya itu beta punya salah satu dosen di Makasar. Beta lulusan S3 di Makasar. Lalu yang kedua, ada kan yang bisa katong kutip to?. Apa seng (tidak) boleh ada yang di kutip?,kan ada yang bisa di kutip. Kalau secara ilmiah bisa di kutip, asal jangan semuanya di pakai. Kan begitu,” ungkap Siahaya di Ambon, pada Selasa (05/10/2021).

Dirinya juga tidak membenarkan bahwa judul, isi, hingga penutup dari pada orasi ilmiahnya itu semuanya sama dengan orasi ilmiah dari Prof. Muhammad Yahya.
“Seng ada! Pada intinya itu beta lulusan Makasar, beta S3 di Makasar, selesai. Jadi beta juga salah satu murid dari beliau. Seng ada menjiplak,” tutupnya. (D2)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60