Dosen FKIP Gelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di SBB

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com- Sejumlah dosen FKIP Universitas Pattimura menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di SD Kristen Daniel Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Tema yang diusung, Ppeningkatan Kapasitas Guru Kelas Dalam Menyusun Program Bimbingan dan Konseling di SD Kristen Taniwel Kabupaten SBB.

Melalui rilis yang diterima Spektrum, Senin (06/09/2021), Nelke Huliselan salah satu dosen yang terlibat pada kegiatan tersebut menjelaskan, jika itu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi dosen FKIP Universitas Pattimura.

Menurutnya, penguatan ini perlu diberikan kepada guru kelas di Sekolah Dasar karena :
a. Pendidikan pada Sekolah Dasar merupakan landasan penting dalam mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dasar yang diperlukan oleh setiap peserta didik untuk menjadi pembelajar yang sehat, cakap, dan percaya diri, serta siap melanjutkan studi.

b. Pada saat ini peserta didik hidup dalam masyarakat semakin heterogen, teknologi semakin canggih, dan kesempatan berkembang semakin luas. Peserta didik menghadapi tantangan-tantangan yang unik dan bervariasi, yang berdampak pada perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Untuk membantu peserta didik menjadi generasi penerus yang siap menghadapi kondisi tersebut, dibutuhkan dukungan orangtua, guru, guru bimbingan dan konseling atau konselor, serta orang-orang dewasa lain di sekitarnya.
c. Perkembangan yang optimal pada usia di Sekolah Dasar menjadi fondasi yang kuat bagi perkembangan pada tahap-tahap berikutnya. Pengalaman belajar awal yang menyenangkan dan bermakna bagi anak mendorong anak untuk memahami fungsi belajar bagi dirinya dan memotivasi untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
d. Peserta didik sekolah dasar berada pada usia emas perkembangan dan merupakan masa membangun pengalaman belajar awal yang bermakna. Pada usia ini peserta didik berada pada masa peka dalam mengembangkan seluruh potensi dan kecerdasan otak mencapai 80%. Guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru kelas/mata pelajaran memiliki peran penting untuk memberikan ransangan yang tepat sehingga sel-sel otak berkembang dan berfungsi secara optimal untuk mendukung kematangan semua aspek perkembangan.


e. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya bahwa untuk guru kelas, di samping wajib melaksanakan proses pembelajaran juga wajib melaksanakan program bimbingan dan konseling terhadap peserta didik di kelas yang menjadi tanggung jawabnya.
f. Guru kelas sebagai pembimbing setiap hari berada bersama peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru kelas memiliki intensitas pertemuan yang lebih banyak dengan peserta didik dibandingkan dengan guru mata pelajaran, sehingga lebih memahami perkembangan peserta didiknya. Dengan demikian, maka kemampuan dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling masih dipertanyakan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi dalam penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling bagi guru kelas di SD. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas guru kelas dalam melaksanakan bimbingan dan konseling adalah dengan memberikan pelatihan.
g. Diketahui bahwa semua guru kelas di SD Kristen Taniwel bukan lulusan dari bimbingan dan konseling. Ini menyebabkan para guru kelas kurang memiliki pemahaman tentang layanan bimbingan dan konseling, penyusunan program BK di SD.

Selain itu, permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik pun masih minim penyelesaiannya sehingga masalah-masalah tersebut cenderung muncul kembali. Hal ini dikarenakan pemahaman dan kemampuan dalam menyusun dan mengimplementasikan strategi layanan bimbingan belum optimal
“Tujuan Pelaksanaan Program PKM pada SD Kristen Taniwel Seram Bagian Barat ini untuk memberikan penguatan kapasitas guru kelas dalam menyusun program dan strategi layanan bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar sehingga kedepannya dapat menyelenggarakan program bimbingan dan konseling di satuan Pendidikan dasar,” katanya.

Materi yang disajikan berupa : 1. Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling Bagi Guru Kelas di Sekolah Dasar oleh Neleke Huliselan, S.Psi, M,Pd
2. Penggunaan Alat Ungkap Masalah (AUM) PTSDL, yang disajikan kepada Guru dan Siswa, oleh Jeanete O Papilaya, M.Psi, Prisca D Sampe, S.Psi, M.Si dan Izak S.Pd, J. Makulua, M.Pd. (D2)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60