Sapulette Bantah Tudingan Dishub Ambon Pelihara Jukir Liar

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Maraknya juru parkir (jukir) yang beroperasi di Kota Ambon tidak menggunakan atribut yang disediakan Pemerintah Kota Ambon mengakibatkan masyarakat menuding Dinas Perhubungan Kota Ambon sengaja memelihara jukir liar.

Tidak terima dinas yang dikomandoinya dituding seperti itu, Robby Sapulette memberikan klarifikasi kepada wartawan di Ruang Media Center (Mece) Balai Kota Ambon, Senin (31/05/2021)

Roby Sapulette yang baru dilantik sebagai kepala Duinas Perhubungan Kota Ambon  menjelaskan pungutan parkir di jalan umum Kota Ambon dilakukan pihak ketiga yakni PT. Urimessing Guard Servis (UGS).

Perusahaan tersebut kata Sapulette yang memenuhi kontrak kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

“Selain PT UGS, tidak ada yang nama jukir liar yang lakukan pungutan parkir pinggir jalan umum di Kota Ambon. Sehingga anggapan bahwa Dishub memelihara Jukir liar sepenuhnya tidak benar,” katanya.

Dijelaskan, selaku pihak yang melakukan pungutan parkir tepi jalan, PT.UGS menguasai 30 lahan parkir tepi jalan umum dan mengkaryakan 159 Jukir, semuanya menggunakan identitas berupa id card dan atribut lengkap.

“Untuk titik lokasi dimana juru parkir itu ditempatkan, Dishub tidak intervensi, yang pasti semua Jukir PT. UGS mengantongi karcis parkir untuk diberikan kepada pemilik kendaraan, sehingga pengguna lahan parkir wajib meminta karcis sebagai bukti retribusi parkir,” jelasnya.

Sapulette menegaskan, selain lahan parkir tepi jalan umum yang diserahkan kepada PT. UGS untuk penagihan, ada satu lokasi lahan parkir yang dikelola koordinator yang ditunjuk Dishub, yakni area dermaga Speedboat Kota Jawa.

“Khusus untuk area Dermaga Speedboat Kota Jawa, karena itu bukan termasuk parkir tepi jalan, maka Dishub telah menunjuk koordinator atas nama Mochtar Marasabessy dengan surat perjanjian kerjasama, untuk melakukan penagihan dan langsung disetorkan ke kas daerah,” jelasnya.

Sedangkan terkait area parkir khusus di pusat perbelanjaan, seperti Ambon City Center (ACC) dan Maluku City Mall (MCM), dijelaskan, hal itu diatur sendiri oleh pihak manajemen atau pengelola yang menyetorkan pajak parkir ke kas daerah lewat Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah kota Ambon.

“Jadi dalam hal ini harus dibedakan mana parkir di tepi jalan umum dan mana area parkir khusus,” katanya. (Fal)

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60