Rapat Perangkat Desa Kasieh Bahas Tambang Marmer

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Pemerintah Desa Kasieh Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) laksanakan rapat bersama BPD Desa Kasieh dan masyarakat Desa Kasieh untuk penyampaian hasil studi banding yang dilaksanakan di Maros terkait hadirnya PT Gunung Makmur Indah (GMI) di Desa Kasieh. Rapat tersebut berlangsung di Balai Desa Kasieh Kecamatan Taniwel Kabupaten SBB, Selasa (01/12/2020).

Sayangnya, rapat tersebut terganggu dengan kehadiran Tim Forum Peduli Masyarakat Desa Kasieh yang dipimpin Ketua Forum Abdullah Latulumamina bersama beberapa orang lainnya.
Mereka berorasi di depan Balai Desa Kasieh, namun bisa ditenangkan Pemerintah Desa Kasieh bersama pihak keamanan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua BPD Desa Kasieh Dusabar Anakotta mengatakan, berbeda pendapat merupakan hal biasa namun jangan berlebihan dan berkepanjangan sehingga berpotensi terjadi konflik di Desa.
“Kami juga warga masyarakat Desa Kasieh bukan saja bapak-bapak yang mengaku diri orang Kasieh dan harus diketahui kami juga mempunyai hak yang sama lembaga BPD ini bukan lembaga pribadi maka kami mempunyai hak untuk mengarahkan desa ini kedepan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Taniwel IPDA. Jowl Mauwa menghimbau agar semua pihak Mari menjaga situasi Kamtibmas sehingga kegiatan rapat tersebut berjalan tanpa ada kekurangan apa pun.
“Semua punya hak yang sama, hanya saja cara penyampaiannya harus dengan baik. Kita disini semua orang saudara, perbedaan pendapat sudah pasti, tetapi jangan sampai terjadi gangguan Kamtibmas di desa ini,” katanya mengingatkan.

Sedangkan Penjabat Kepala Desa Kasieh Ny.Arsanti Latumapayahu menegaskan jika tidak ada yang ditutupi oleh Pemerintah Desa Kasieh dari masyarakat. “Kami juga masyarakat Desa Kasieh bukan saja bapak yang ada di depan ini, masih banyak pentahapan yang kita lalui bukan semata – mata kami Pemerintah Desa menerima perusahan untuk masuk membongkar hutan kita, masih banyak yang perlu dibahas dengan perusahan yaitu terkait dengan pengadaan karyawan, titik koordinatan mana yang akan mau di bongkar dan sebagainya, saat ini masih proses AMDAL belum ada keputusan untuk perusahan harus operasi. Kami juga masyarakat Desa Kasieh juga mempunyai hak yang sama, siapa itu yang mau merusak desanya sendiri,” katanya emosi.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pemutaran video studi banding di Maros kepada masyarakat Desa Kasieh, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian presentasi hasil studi banding oleh tim tujuh.

Usai pemutaran video, antan Kepala Desa kasieh Hamid Mawen menyampaikan perasaan senangnya dengan hasil studi banding, namun Hamid mengkritisi adanya ketidakkompakan dalam menyampaikan hasil tersebut.
“Ada yang menyampaikan tidak ada dampak negatif dan ada yang menyampaikan ada dampak negatifnya. Mari kita kaji, pikirkan secara baik jika nanti kita lakukan voting dan yang menerima lebih banyak, saya harapkan agar pemerintah desa hadirkan Direktur PT Gunung Makmur Indah ke Desa Kasieh untuk bertemu dengan masyarakat,” tegasnya.

Sedangkan Ny. Ester Kakiay S.Th menyampaikan jika sejak awal surat perjanjian dan ditandatangani oleh mantan penjabat Kepala Desa Kasieh Rajulan Olie menyetujui PT GMI, padahal penjabat tidak mempunyai hak untuk menyetujui tanpa ada kesepakatan dari masyarakat.

Mendengar pendapat warga, penjabat Desa Kasieh memberikan tanggapannya..

Menurutnya, luas lokasi seribu dua ratus (1. 200) hektar tersebar, itu bukan seutuhnya berada di Desa Kasieh namun juga tersebar Desa Taniwel, Kasieh dan Desa Nukuhai.
“Kami Pemerintah Desa Kasieh dan masyarakat tidak menyetujui forum yang mengatasnamakan forum peduli masyarakat Desa Kasieh. Dan kami Pemerintah Desa telah konfirmasi terhadap beberapa tokoh masyarakat yang namanya terdaftar dalam daftar nama forum peduli masyarakat Desa Kasieh, dimana mereka menyampaikan bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam forum tersebut, pernyataan itu dikuatkan dengan pernyataan sikap, dan telah diserahkan kepada Penjabat Desa Kasieh,” tegasnya. (Kos)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60