Sepekan, Pengunjung Museum Siwalima Capai 1.862 orang

  • Whatsapp
banner 468x60

Kadis P dan K Maluku Berharap Pameran Kontemporer Jadi Agenda Tahunan

AMBON, MG.com – UPTD Museum Siwalima Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku sukses gelar Pameran Kontemporer dalam rangka peringatan HUT RI dan HUT Provinsi Maluku ke 74.

Pameran yang diselenggaraan selama lima hari tersebut berhasil menjaring pengunjung sebanyak 1.862 orang yang terdiri dari siswa TK hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

Saat penutupan Pameran Kontemporer yang diselenggarakan di Museum Siwalima – Air Salobar Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Jumat (30/08/2019), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Muhammad Saleh Thio mengapresiasi kegiatan itu dan berharap bisa dilakukan setiap tahun.
“Saya berharap kegiatan ini bisa digelar minimal sekali setahun,” kata Thio berharap.

Menurut Thio, pameran ini sekaligus sebagai wadah mengenang sejarah perjuangan bangsa.
“Pameran ini juga sebagai salah satu referensi di sekolah untuk menata masa depan, tentunya harus disadari bahwa harus melalui suatu proses yang harus di syukuri,” katanya lagi.

Saat penutupan Pameran Kontemporer juga dilakukan pemberian hadiah bagi pemenang Lomba Pidato tingkat SMA/sederajat dan Lomba Tarompah khusus untuk siswa SD.
Hadiah untuk Juara I hingga Juara Favorit Lomba Pidato berupa piala, piagam dan uang tunai senilai Rp 1.700.000.
Sedangkan untuk Juara I, II dan III Lomba Tarompah berhak membawa pulang piala, piagam dan sepeda.

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Siwalima, Dra. Jean Saiya berharap, dengan kegiatan ini, para siswa bisa belajar bukan hanya dalam kelas tapi juga di luar kelas.
“Belajar di luar kelas bisa mempengaruhi daya pikir mereka,” terangnya.
Saiya mengakui ada hal baru yang diketahui saat Lomba Pidato tingkat SMA/sederajat digelar.
“Ternyata ada kegelisahan pada anak-anak muda dengan adanya perkembangan saat ini, generasi mida harus membentengi diri agar tidak terpengaruh agar tidak terpengaruh dengan globalisasi dan modernisasi zaman millenial ini. Kegelisahan ini terungkap saat Lomba Pidato,” kata Saiya mengakui.

Untuk itu, Saiya berharap agar anak- anak harus sering mengunjungi Museum Siwalima karena lokasinya sangat edukatif.
“Yang bisa dipelajari bukan hanya di ruang pameran tapi juga tanaman yang ada di lokasi museum bisa dijadikan tujuan ekowisata karena siswa bisa belajar dan mengenal tumbuhan salah satunya pohon cengkeh dan pala yang menyebabkan Maluku terkenal,” jelas Saiya.

Selain pohon cengkah dan pala di lokasu Museum Siwalima ada juga pohon langkah yakni Pohon Cidaku atau Pohon Lawane.

“Zaman dulu belum ada pakaian maka leluhur kita memakai kulit kayu ini untuk dijadikan cidaku dan lawani. Ini juga bisa dijadikan bahan pembelajaran dan oengenalan sejarah pada anak,” kata Saiya. (On).

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60