Ketua GMKI Masohi Minta Dua Pahlawan Hutan Adat Sabuai Di Bebaskan

  • Whatsapp
banner 468x60

 

Ambon, MG.com – Ketua GMKI Cabang Masohi, Andre Fau menyayangkan status tersangka yang diberikan kepada kedua tokoh pemuda Sabuai, yakni Kaleb Yamarua dan Stevanus Ahwalam yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Seram Bagian Timur (SBT), pada 22 Februari 2020 lalu.

“Penyidik polres SBT nampaknya kurang objektif menyelidiki kasus pengrusakan yang dilakukan, karena kedua pemuda tersebut hanya ingin menyelamatkan hutan adat dari proses ilegal loging,” ungkap Andre dalam pres rilis yang di berikan pada media ini, Ambon, Sabtu (15/08/2021).

Ia menjelaskan, berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Pasal 61 huruf F “Masyarakat berperan serta dalam pencegahan pemberantasan pencegahan hutan dengan cara melakukan kegiatan lain yang bertujuan untuk pencegahan dan pemberantasan hutan”.

Selanjutnya pada pasal 70 ayat 1 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup “Masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup”.

“Jadi tindakan yang dilakukan merupakan amanat konstitusi. Atas nama BPC GMKI Masohi kami mendesak pencabutan status tersangka Kaleb Yamarua dan Stevanus Ahlawam karena kami menilai penyidik terlalu berlebihan dan kami menduga penyidik polres Seram Bagian Timur mangalami mata mines terhadap keadilan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia katakan, pada tanggal 6 Agustus 2021 lalu terjadi banjir di Negeri Sabuai yang menyusahkan masyarakat. Ini merupakan potret yang bisa kita saksikan secara kasat mata dampak langsung dari pengeksploitasi hutan yang terjadi disana.

“Kami ingin kedua saudara kami itu bebas, apalagi Kaleb Yamarua adalah salah satu kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia yang berproses di Ambon. Ini merupakan satu gumulan bersama bagi GMKI Wilayah XI pada khusunya, dan GMKI setanah air pada umumnya, serta perhatian seluruh elemen lintas aktivis,” tutupnya.

Sekedar di beritakan, sebelumnya Kaleb Yamarua dan Stevanus Ahlawam telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Seram Bagian Timur pada 22 Februari 2020 lalu. Dan sesuai rencana akan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum oleh penyidik 16 Agustus 2021 nanti .

Keduanya merupakan tokoh pemuda Negeri Sabuai Kecamatan Siwalalat Kabupaten SBT yang spontan dan responsif menghalangi pengeksploitasi hutan adat oleh CV. Sumber Berkat Makmur (SBM) dengan cara merusak kaca satu mobil loader dan dua mobil loging milik CV.SBM.

Pengrusakan yang dilakukan oleh kedua pahlawan hutan adat negeri Sabuai tersebut terjadi karena beberapa langkah peneguran sama sekali tidak diindahkan oleh pihak CV.SBM. Izin yang di kantongi oleh pihak perusahaan, didasarkan pada SK Bupati Seram Bagian Timur nomor 151 tanggal 08 Maret 2018.

Operasi yang diberikan adalah Izin Usaha Perkebunan Budidaya (IUP-B) dalam usaha perkebunan tanam pala, namun kemudian menjelma sebagai “Pencuri Kayu”. (VATAL)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60