HUT ke 13 Bursel, Bupati Kecewa

  • Whatsapp
banner 468x60

NAMROLE, MG.com – Bupati Buru Selatan, Safitri Malik Soulissa dan Wakil Bupati, Gerson Silsily menghadiri
Peringatan HUT Kabupaten Buru Selatan ke 13 tahun pada tahun 2021.

Selain Bupati dan Wakil juga terlihat Ketua DPRD Bursel Muhajir Bahta, Sekda Bursel Iskandar Walla, para pimpinan OPD lingkup Pemda Bursel, TNI/Polri maupun OKP tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
Sayangnya, acara yang diselenggarakan di auditorium DPRD Bursel, Rabu (21/7/ 2021) tidak dihadiri mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Soulissa serta tokoh-tokoh pemekaran kabupaten tersebut.

Ketidakhadiran mantan Bupati Bursel serta tokoh – tokoh pemekaran disinggung Safitri dalam pidatonya.

Menurutnya, semua orang yang hadiri di Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka HUT Kabuoaten Bursel merupakan orang-orang elit dan terhormat.
“Hampir 10 tahun saya menjadi ketua TP PKK Kabupaten Buru Selatan, semua tentang Buru Selatan ada dalam ingatan saya,” katanya.

Sebagai perempuan kata Safitri, kepemimpinannya berbeda dengan laki-laki.
Karena selama 10 tahun menjadi ketua TP PKK, dirinya telah mendatangi masyarakat di seluruh pelosok yang ada di Buru Selatan.
“Naluri seorang ibu berbeda dengan laki-laki. Hari ini kita berpakaian bagus, dan saya berdiri sebagai seorang kepala daerah. Dan selendang yang saya pakai ini diberikan pada masa kampanye, dari masyarakat Buru Selatan asal suku Buton,” ujarnya.

Hal itu tambahnya, menggambarkan masyarakat di Pulau Buru adalah satu, tak ada yang besar dan tak ada yang kecil, dan daerah ini berbeda dengan daerah lain.
“Bekerjalah tulus, dengan hati karena satu saat, yang akan menggantikan kami harus lebih baik lagi dari orang-orang yang telah berkorban demi kabupaten Buru Selatan dan bangsa yang sangat menghargai perjuangan para pahlawannya,” katanya mengingatkan.

Sayangnya, saat HUT ke 13 Kabupaten Buru Selatan tidak mengundang orang-orang yang pernah berjuang untuk Bursel, salah satunya mantan Bupati, Tagop Soulissa.
“Saya sempat bertanya ke mantan Buoati Bursel, apakah diundang untuk hadiri Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka HUT Bursel dan jawabnya tudak diundang,” kata Safitri kecewa.

Dikatakan, pembentukan Kabupaten Buru Selatan tidak segampang yang dibayangkan, dan ia menjadi saksinya.
“Ada juga pak Gerson Wakil Bupati, kita berdua saling menjunjung tinggi nilai-nilai adat Kai Wait,” ujarnya.

Dan tambahnya, jangan merasa bangga jika tidak bisa menghargai orang lain.
”Karena tidak ada orang hebat di kabupaten ini. Bapak Nus Seleky (tokoh pemekaran) kenapa tidak diundang. Ulang tahun kabupaten, mereka tidak menuntut sesuatu yang berharga, tetapi kehadiran mereka dan duduk di tempat yang istimewa ini akan menjadi kebanggaan bagi keluarga mereka,” jelas Safitri prihatin.

Setelah mengutarakan kekecewaannya, Safitri melanjutkan pidatonya.
Dikatakan, HUT ke 13 Bursel mengusung tema “Dengan HUT Kabupaten Buru Selatan ke 13, Kita Junjung Tinggi Nilai-Nilai Sejarah dan Kearifan Budaya Lokal, Sebagai Jati Diri Masyarakat Bursel,
“Tema kali ini, sangat tepat untuk mengingatkan kembali sejarah perjuangan pendahulu kita, guna mendorong dan memotivasi kita semua, untuk selalu bahu membahu dalam mengisi dan melaksanakan pembangunan di segala bidang, sebagai wujud nyata untuk meneruskan cita-cita para pendahulu,” katanya.

Dikatakan, disisi lain, Budaya asli Bursel sekian lama telah ada, dan masih Eksis sampai saat ini, yakni” INA AMA KAIT WAIT”

Hal tersebut juga sejalan dengan Visi pembangunan Kab Bursel yakni” mewujudkan kemandirian Buru Selatan secara berkelanjutan sebagai kabupaten yang rukun berbasis” ARGO-MARINE”

Safitri menjelaskan, pada tahun 2020, pencapaian kinerja bidang pendidikan telah menghasilkan terbangunnya,112 Unit sekolah SD dan sederajat, dengan jumlah guru 619 orang.
Gedung SMP/sederajat berjumlah 53 unit dengan 600 guru dan 28 unit gedung SMA sederajat, dengan 468 guru yang tersebar pada enam kecamatan di Kabupaten Bursel.

Hal tersebut sudah tentu berdampak terhadap peningkatan pencapaian Index pembangunan manusia,dimana tahun 2020 mencapai 64,69 poin, dengan capaian komponen bidang pendidikan antara lain, dengan angka rata-rata lama sekolah, mencapai 7,94 Tahun, angkat harapan lama sekolah, mencapai 12,69 Tahun, angkat partisipasi.

Namun perbandingan terbalik dengan capaian penanggulangan kemiskinan, dimana capaian tingkat kemiskinan kab Bursel,pada tahun 2020 turun mencapai 15,75 persen atau 0,38 persen, dari tahun 2019 sebesar 16,13 persen, hal tersebut menandakan keseriusan pemerintah daerah menjalankan program penanggulangan kemiskinan yang masih menjadi prioritas utama.

Untuk itu guna mendorong pembangunan Ekonomi rakyat kedepan, maka arah kebijakan pemerintah lebih difokuskan pada (1) peningkatan nilai tambah pemasaran hasil perikanan dan pertanian serta menjaga ketahanan pangan, (2) peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja, (3) peningkatan akses dan iklim usaha bagi koperasi dan UMKM (4) peningkatan daya tarik dan kunjungan wisata yang didukung sumberdaya pariwisata yang berkualitas (5) menekan kerentanan masyarakat miskin, sebagai akibat dari perubahan iklim dan bencana alam (6) penerapan standar pelayanan publik,dan (7) mengembangkan dan menerapkan pelayanan satu pintu untuk pelayanan utama dan investasi.

“Dengan diterapkan kebijakan ini, diharapkan kondisi perekonomian Bursel, dapat berjalan dengan baik meskipun dalam situasi pendemi Covid 19 yang sedang melanda,” katanya. (AKi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60