Pemprov Maluku – Jatim Jalin Kerjasama

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku terus berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan. Salah satunya dengan bekerjasama dengan Pemprov Jawa Timur (Jatim) di bidang investasi dan perdagangan.

Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Barnabas Orno, berharap kedatangan rombongan perwakilan dari Pemerintah Jatim bisa memberikan kontribusi positif dalam pengembangan kerjasama antara daerah yang saling menguntungkan.

Kerjasama yang digagas merupakan kelanjutan dari yang selama ini telah terlaksana, di mana telah ditindaklanjuti oleh para pelaku usaha baik skala kecil, menengah, dan besar.

“Kita sudah bicara panjang lebar tentang investasi dan perdagangan dalam rangka mendorong penurunan angka kemiskinan,” kata Wagub usai pertemuan dengan rombongan Pemprov Jatim kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Kamis (24/6/2021).

Barnabas mengaku jika investasi dan perdagangan suatu daerah baik, maka efek ke bawah atau manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU untuk kerjasama dengan pemprov Maluku dan Jawa Timur yang intinya kita lebih ke jangka pendek, menengah dan panjang yaitu kita lebih ke hal-hal praktis,” sebutnya.

Mantan Bupati Maluku Barat Daya (MBD) itu mengaku pihaknya telah banyak berbincang dengan Pemrov Jatim. Sehingga diharapkan juga pelaku usaha tidak hanya dikirim ke sana, tetapi sebaliknya dari Jatim bisa mendatangkan investor ke Maluku.

“Jadi tadi kita sudah bicara panjang lebar, kita tidak hanya mengirim ke sana kalau bisa Pemerintah Jawa Timur membantu kita membawa investornya ke sini biar industri-industri apalagi UMKM dan lainnya kalau bisa ada invest di sini agar masyaraat bisa berdayaguna,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Drajat Irawan, mengaku kedatangan pihaknya merupakan penugasan dari Ibu Gubernur Hj. Khofifah Indar Parawansa. Kedatangan mereka untuk melakukan penjajakan misi dagang dan investasi.

“Tadi sudah diarahkan pak Wagub Maluku kemudian terjadi sinergitas. Yang pertama adalah bagaimana memperkuat jaringan pasar antara Jawa Timur dengan Ambon atau Maluku. Sehingga neraca perdagangan tidak terlalu jauh,” katanya.

Drajat mengaku, barang-barang usaha yang dikirim dari Jawa Timur ke Maluku hingga saat ini mencapai Rp.1,2 triliun. Sementara sebaliknya dari Maluku ke Jawa Timur baru mencapai Rp.251 miliar.

“Nah bagaimana supaya pasar ini diperluas. Kedua bagaimana kemudian ada investasi, mungkin investor dari Jawa Timur bisa melihat potensi-potensi yang ada di Maluku. Ini yang akan kita pertemukan,” sebutnya. (Eln)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60