Keterisolasian Warga Pegunungan SBB, Tanggungjawab Pemkab

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Masih terisolasinya sebagian besar wilayah pegunungan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) akhirnya viral di media social. Misalnya, ada ibu hamil yang harus diangkut menggunakan kain gendong berjalan puluhan kilometer untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Malang tak dapat ditolak, perempuan warga Desa Niniari Kabupaten SBB itu akhirnya meninggal dunia, lantaran diduga terlambat memperoleh perawatan medis.
“Kami melihat hari ini berbagai masalah di masyarakat, salah satunya di Desa Niniari yang sudah viral di media social, kalau kita mau lihat ini tanggungjawab Pemerintah Kabupaten SBB. Harusnya Pemerintah Kabupaten SBB harus melakukan beberapa langkah-langkah darurat dalam mengambil kebijakan membantu masyarakat di sana contoh mungkin dibuat Pos Kesehatan atau Puskesmas Pembantu itu sudah waktunya,” kata anggota DPRD Maluku, M. Hatta Hehanussa kepada wartawan di Kantor DPRD Maluku, Selasa (02/03/2021).

Hatta menandaskan menyangkut dengan akses transportasi darat juga harus diperjuangkan secara bertahap. “Sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku dapil SBB, hal ini menjadi perhatian kita untuk terus menyuarakan kepada pemerintah provinsi meminta perhatian dari gubernur untuk melihat kondisi jalan yang ada di sana. Kita harapkan semoga ada perhatian khusus di sana dan bantuan khusus jalan menuju ke Niniari yang diperkirakan sekitar 10 kilometer,” kata Hatta.
Diakuinya, kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu bukan pertama kali terjadi namun telah terjadi sejak berpuluh puluh tahun sebelum kemerdekaan bahkan sampai dengan hari ini.
”Untuk itu saya berfikir bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan di tingkat provinsi ada pemerintah kabupaten yang harus melihat ini secara intens, jadi kita meminta, mendorong dari pemerintah kabupaten terutama Kadis Kesehatan agar segera ditempatkan Puskemas Pembantu atau Pos Kesehatan dengan menempatkan anak negeri yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan sebagai bidan atau perawat di sana,” katanya prihatin.
Hatta mengaku sangat prihatin dengan dengan kondisi tersebut, melihat orang sakit dipikul puluhan kilometer kemudian meninggal dan dikembalikan dengan cara yang sama. “Kalau bisa menggunakan transportasi laut mungkin bisa gunakan speed tapi ini perjalanan gunung tidak ada akses lain untuk kita dorong segera dilakukan langkah-langkah membuka akses jalan ini terutama di Desa Riri dan Niniari. Untuk itu penekanan saya pemerintah kabupaten harus bertanggungjawab,” tegasnya.
Masalah ini menjadi keprihatinan, karena sebagai pelaksana pelayanan publik terhadap masyarakat seharusnya merata tidak hanya di wilayah yang terjangkau saja tapi juga di kampung-kampung yang tidak terjangkau kebutuhan dasar ini harus dipenuhi.
“Desa Niniari merupakan bagian dari rakyat SBB dan bagian dari rakyat Maluku untuk itu menjadi perhatian dari pada Pemerintah Kabupaten SBB maupun Provinsi Maluku. Yang pasti kita minta perhatian khusus dari Pemkab SBB dan sebagai anggota DPRD Maluku maka kita akan meminta perhatian dari pada Pemerintah Provinsi Maluku juga,” tegasnya. (Eln)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60