Menteri Desa PDTT Buka Rakerwil Fatayat NU di Piru

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI, DR (HC) H. Abdul Halim Iskandar beserta isteri dan rombongan lakukan kunjungan kerja di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku, Sabtu (30/01/2021).

Menteri dan rombongan tiba di Pelabuhan Hati Desa Piru Kecamatan Seram Barat tepat pukul 10.40 wit..
Menteri PDTT dan isteri, Ny. Liliek Umi Nasriyah dan rombongan didampingi
Sekda Maluku, Kasrul Selang, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Rasyad Effendi Latuconsina, Rektor Unpatti Ambon, Prof. Dr. M. J. Saptenno, Kepala Dinas PMD, Umar Al-Habsy, Komandan Satpol PP. Provinsi Maluku, Andre Adriaansz serta FORKOPIMDA Maluku.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Rombongan Menteri PDTT RI dijemput,
Bupati SBB. Drs. Moh.Yasin Payapo, Kapolres SBB, AKBP. Bayu Tarida Butar Butar, Ketua DPRD SBB, Abdul Rasyid Lisaholet, Sekda SBB, Mansur Tuharea, Pabung SBB Mayor Inf D. Mado, Pabung Kodim persiapan SBB, Mayor Inf S. Sinaga dan FORKOPIMDA SBB.

Menteri PDTT dan isteri juga berkesempatan menghadiri acara Rapat Kerja Wilayah II PW Fatayat NU Provinsi Maluku.
Raker di Fatayat NU Provinsi Maluku tersebut mengusung tema, “Optimalisasi Peran Fatayat NU Dalam konvergensi Ketahanan Pangan di Maluku”.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI, DR (HC) H. Abdul Halim Iskandar dalam sambutannya mengatakan dalam proses pembangunan desa dan perdesaan pihaknya datangi wilayah Indonesia Timur yang merupakan prioritas utama dan khususnya Seram Bagian Barat
“Dengan mitra kerja pembangunan desa tertinggal menjadi motivasi semangat di Seram Bagian Barat,” katanya.

Dikatakan, pihaknya belum melakukan secara maksimal, dan masih membutuhkan espektor yang mendukung langkah kongkrit apalagi Indonesia Timur.
“Dan perempuan Indonesia menjadi porsi utama untuk memajukan pembangunan desa tertinggal dan kebutuhan yang berbasis keinginan sehingga desa menjadi fight,” katanya bersemangat.

Menteri PDTT juga menjelaskan permasalahan yang ada di desa perlu ada sistim perencanaan yang valit.
“Intinya, perlu ada musyawarah desa yang merupakan payung utama didesa, bersama tokoh masyarakat desa,” katanya.

Selain itu, data akurat di desa merupakan hal utama untuk memajukan desa tertinggal dalam rangka pembagunan.
“Yang paling utama adalah data kewarganegaraan dan berbasis data yang akurat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati SBB, Yassin Payapo menjelaskan, jika di Kabupaten SBB yang menjadi lumbung padi saat ini ada tiga desa diantaranya Desa Waimital, Desa Waihatu dan Desa Kawa merupakan lumbung pangan yg cukup maju.
“Dalam kondisi Covid -19 namun masyarakat SBB tetap optimis memerangi penyebaranya,” kata Payapo.
Untuk vaksin covid-19, Kabupaten Seram Bagian Barat telah menerima 2.360 vial bantuan Provinsi Maluku.

Payapo berharap kedatangan Mentri PDTT di SBB yang merupakan daerah tertinggal dapat memotivasi masyarakat di Saka Mese Nusa.

Sedangkan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU Ny. Anggia Ermarini dalam sambutannya mengatakan, secara strukrural NU selalu berkomitmen dan mendukung memajukan Bumi Saka Mese Nusa apalagi dalam Konvergansi Ketahanan Pangan di Wilayah SBB.
“Kami NU membutuhkan generasi yang dapat mengangkat dan memajukan SBB kedepan dan kader kader NU yang utama,” katanya.

Menteri Desa, PDTT RI akhirnya membuka Rakernil Rapat Kerja Wilayah Ke-2 ditandai pukulan gong dan penyerahan buku Bundes. (Kos).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60