Kapolres SBB – Peternak Coffe Morning

PIRU, MG.com – Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) bertemu peternak di kediamannya dalam rangka Coffe Morning, Rabu (18/11/2020).

Dalam arahannya pada kesempatan tersebut, Kapolres SBB, Tarida Butar-Butar menyampaikan kegiatan tersebut dilaksanakan Guna menindaklanjuti hasil pertemuan sebelumnya yang bertujuan mencari solusi, terkait kendala yang dihadapi peternak dalam rangka peningkatan usaha peternakan di Kabupaten SBB.
“Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat pemilik hewan ternak yang telah lakukan pengawasan terhadap hewan ternak sehingga mengurangi kotoran ternak pada jalan protokoler,” kata Butar-Butar.

Kapolres menghimbau pemilik hewan ternak jika mengalami kendala agar disampaikan kepada Dinas Pertanian Kabupaten SBB sehingga memperoleh solusi menghadapi permasalahan yang dialami.
“Kami telah menyediakan tenaga penjinak hewan ternak apabila hewan ternak yang berkeliaran dapat di karantina pada tempat yang telah disiapkan,” katanya.

Kapolres juga menghimbau agar peternak selalu memperhatikan protokoler kesehatan Covid -19 dengan menerapkan 4M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan).
“Peternak hewan peliharaan agar dapat memanfaatkan program pemerintah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga dapat meningkatkan usaha peternakan,” katanya lagi.

Salah satu peternak yakni Siswoyo asal Desa Waimital pada kesempatan diskusi menyampaikan, jika dirinya telah melakukan pengelolaan kotoran sapi menjadi pupuk kompos pada lahan sebesar 32 hektar di Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten SBB dimana pengelolaan tersebut menghasilkan pupuk kompos berjumlah 30 – 40 Ton perbulan.
“Saya siap membagikan pengalaman saya kepada para peternak sapi di SBB sehingga memberikan kontribusi yang baik bagi peternakan sapi yang paling terpenting adalah kemauan dari para peternak.

Semenyara itu, Kepala Dinas Pertanian SBB, Mansyur Tianotak menjelaskan, Unit Pengolahan Pupuk di Desa Waimital yang dikelola oleh Kelompok Siseoyo merupakan kelompok binaan Distan SBB. “Kotoran sapi dapat digunakan untuk pembuatan pupuk organik,” tandasnya.

Dikatakan, salah satu program SIWAB untuk meningkatkan produktifitas hewan ternak sapi yang diawasi langsung oleh petugas lapangan dari Dinas Pertanian.

Peningkatan usaha para petani dan peternak dilaksanakan melalui program KUR di seluruh wilayah Indonesia, namun untuk SBB telah melakukan penyerapan sekitar 5 persen sehingga masih ada peluang bagi para peternak untuk mengikuti program dimaksud. (Kos)

Tinggalkan Balasan