Pemda Maluku Apresiasi Kinerja Tim Relawan Jemput Bola KTP-el

AMBON, MG.com – Pemerintah Provinsi Maluku mengapresiasi kinerja Tim Relawan Jemput Bola Perekaman dan Pencetakan KTP -el yang telah membantu perekaman dan pencetakan KTP – el di Provinai Maluku. Demikian dikemukakan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Hamin bin Thahir dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Halim Daties saat Penyambutan sekaligus Pelepasan Tim Relawan Gotong Royong Perekaman dan Pencetakan KTP – el Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri yang dilangsungkan di Kantor Dinas Dukcapil Provinsi Maluku, Sabtu (02/92/2019).

Sebagai bentuk apresiasi kepada tim tersebut, Sekda Maluku meminta dengan tegas Dinas Dukcapil Provinsi dapat mengembangkan inovasi lokal sesuai histori dan budaya orang Maluku, seperti kegiatan Masohi KTP-el yang dalam bahasa daerah artinya Gotong Royong KTP-el.

“Sekaligus menjadi komitmen setiap pimpinan daerah dalam mewujudkan pelayanan bermutu dan membahagiakan semua pihak termasuk masyarakat, sehingga Iayanan KTP-el menjadi lebih baik,” tegasnya.

Keberadaan tim ini merupakan salah satu upaya meningkatkan cakupan perekaman KTP-el di Maluku dengan jumlah perekaman dan.pencetakan KTP el dibawa 85 persen. Yakni di kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Seram Bagian Timur (SBT), Kota Tual dan Maluku Tenggara..

Padahal selama ini, Dinas Dukcapil Provinsi dan Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota, sudah melakukan sosialisasi dan pelayanan jemput bola keliling di masyarakat dan berbagai institusi baik pusat maupun daerah serta melakukan pelayanan KTP-el malam hari, namun hasilnya belum maksimal dan masih berada dibawah target nasional.

Menyikapi hal tersebut, kata Sekda lagi, maka Dinas Dukcapil Provinsi Maluku melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi guna mengetahui masalah dan solusi pelayanan KTP-el, agar pelayanan KTP-el meningkat.

“Berdasarkan data di lapangan setelah dianalisa ternyata kegiatan perekaman KTP-el di Maluku menghadapi banyak masalah dan hambatan terutama disebabkan faktor geografls dan penduduk, minimnya sarana transportasi untuk mendatangi lokasi warga di daerah yang masih terisolasi, rentang kendali antara pusat pelayanan di Kabupaten/kota, kecamatan dan desa yang sangat berjauhan, minimnya alat transportasi antar wilayah perdesaan, terbatasnya jaringan internet, minimnya jaringan PLN, perangkat perekaman KTP-el kurang memadai atau perlu peremajaan alat, rendahnya SDM dan kurangnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan dokumen kependudukan. KTP -el baru diurus jika ada keperluan mendesak,” terangnya.

Untuk menjawab persoalan ini, tambahnya diperlukan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah sehingga persoalan ini dapat teratasi lebih cepat dan kedepannya masyarakat dapat memperoleh pelayanan KTP-el secara mudah, cepat dan berkualitas.

“Saya yakin selama beberapa hari ini saudara-saudara sudah bekerja dengan baik dan mengetahui hambatan pelayanan KTP-el Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku,” katanya.

Dikatakan, penyambutan dan pelepasan Tim Relawan Gotong Royong Jemput Bola KTP-el, menjadi momen penting dan strategis dalam membangun kerjasama produktif antara Pemerintah Pusat dan Daerah guna menumbuhkan semangat Gotong Royong.
“Kegiatan Jemput bola KTP-el yang sudah dilaksanakan saat ini, akan terus dilanjutkan,” harapnya.

Sementara itu, salah satu anggota tim rekawan Ade Suharso kepada wartawan menjelaskan perekaman dan pencetakan KTP-el dibawa 85 persen masuk zona merah termasuk Maluku.
Tim relawan yang diterjunkan di Maluku terdiei dari tim Ditjen Dukcapil Kemendagri serta Dinas Dukcapil Jawa Tengah sebanyak 30 orang yanb di sebarkan di MTB, SBT, Kota Tual dan Malra.

“Setelah tim turun ada peningkatan misalnya, di Malra data sebelum tim turun hanya 77 persen, setelah tim turun meningkat menjadi 88,20 persen,” terangnya. (On)

Tinggalkan Balasan