Ditangkap Gunakan Narkoba, ASN Pemda Maluku Terancam Pecat

AMBON, MG.com – ACL yang terjaring operasi Ditresnarkoba Polda Maluku selama bulan Januari 2019 kemarin, diduga kuat ASN lingkup Pemda Maluku.
Wanita berinisial ACL (32), ditangkap bersamaan dengan kekasihnya ZF (32).

Sayangnya, hingga kini belum dijetahui tempat atau instansi pengabdian ACL.

Kepala Bidang (Kabid) Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan, BKD Provinsi Maluku, Franky Sapardy di ruang kerjanya Kamis (24/01), mengaku sudah mengetahui dari pemberitaan terkait tertangkapnya ASN yang informasinya ASN lingkup Pemda Maluku, namun identitas ASN tersebut belum diketahui.

“Saya sudah baca di media soal pegawai itu, dan sudah saya minta staf cek identitas ASN tersebut. Tapi belum ada informasi balik,”akui Sapardy.

Ketika disinggung sanksi apa yang akan dikenakan terhadap pegawai yang terlibat kasus narkoba, Sapardy menjelaskan, sesuai UU kepegawaian dan UU terbaru tentang ASN telah dijelaskan sanksi-sanksi, mulai dari tunda kepangkatan, diberhentikan dari jabatan jika memiliki jabatan tertentu, hingga diberhentikan dengan hormat jika itu pelanggaran berat yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dalam proses pengadilan.
“Dilihat dulu apa pelanggarannya. Untuk dikenakan sanksi internal, kita tentu harus melakukan pamanggilan terhadap bersangkutan. Tapi sekarang karena dia ditahan, ini sulit juga. Mungkin nanti kita akan koordinasikan dengan pihak kepolisian, atau kita tunggu proses akhirnya seperti apa,”ujar Franky.

Ketika disinggung terkait gaji ASN yang tersangkut masalah hukum narkoba seperti yang terjadi pada ACL. Franky menjelaskan, gaji bersangkutan masih tetap berjalan sampai yang bersangkutan mendapat keputusan akhir dari proses hukum itu, baru dapat diputuskan sanksi, termasuk gajinya.

Untuk saat ini tambah Franky, bahwa pihaknya hanya bisa memberikan gambaran umum terkait ASN Narkoba tersebut sampai ada keputusan akhir dari proses hukum terhadap yang bersangkutan.

“Kita belum mengetahui apakah dia pengguna, pengedar, agau mungkin kebutulan hanya dititipkan orang. Kita belum tahu kebenarannya. Untuk itu kita akan tunggu prosesnya berjalan sambil mencari tahu identitas yang bersangkutan,” tandasnya.

Untuk diketahui sebelum, Ditresnarkoba Polda Maluku mengekspos 9 tersangka narkoba, satu diantaranya adalah pegawai Pemprov Maluku berinisial ACL, caleg PAN, dan mahasiswa UKIM.

Para tersangka ditangkap bersama barang bukti berupa shabu dan ganja, dan kini diamankan aparat kepolisian Polda Maluku.
Mereka dikenakan Pasal 112, 114 dan 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (On)

Tinggalkan Balasan