Bupati Walikota Malut Hadiri RUPS Bank Maluku-Malut

AMBON, MG.com – Bupati dan Walikota se Provinsi Maluku Utara terlihat hadiri Rapat Umum Pemegang Saham Lyar Biasa (RUPS-LB) Bank Maluku di Hotel Sari Pacific Jakarta yang dipimpin Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua.

Selain Bupati dan Walikota se Provinsu Maluku Utara, Komisaris Utama, Najib Bachmid serta dua komisaris Bank Mamalut yakni, Izaac Saimima dan  Jusup Latuconsina juga terlihat hadir.

Selain  bupati dan walikota dari Provinsi Malut, nampak juga bupati/walikota dari Maluku selaku pemegang saham, diantaranya, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal, Walikota Tual Andareas Rentanubun, Bupati Maluku Tenggara Taher Hanubun, Bupati Seram Bagian Yasin Payapo, Bupati Seram Bagian Timur Mukti Keliobas dan Bupati Buru, Ramli Umasugi.

RUPS  Bank Mamalut ini membahas tiga agenda utama,  menjadi pembahasan dalam RUPS-LB PT. Bank Maluku-Maluku Utara ( Mamalut).

Usai RUPS-LB, Komisaris Utama, Nadjib Bachmid yang ditemui mengatakan, sesuai agenda ada lima (5) hal yang akan dibahas dan telah disampaikan ke seluruh pemegang saham.

“Dari lima agenda, yang disetujui dalam RUPS hanya tiga yaitu, pertama, Perubahan Anggaran Dasar (AD). Kedua Penyempurnaan sistem dan prosedur pengangkatan dan pemberhentian Direksi dan Komisaris dan ketiga, Penetapan Gaji Direktur Utama (Dirut),” ungkap Bachmid.

Dalam RUPS juga tambah  Bachmid, bupati walikota selaku pemegang saham meminta untuk membuka lagi rekrutmen calon Dirut Bank Mamalut. “Mereka minta agar kita membuka lagi calon supaya tidak hanya satu orang saja, kalau bisa mendapatkan lebih dari satu calon,” paparnya.

Hingga kini, sambung Bachmid, baru satu nama yang terdaftar dalam penjaringan untuk calon Dirut yakni, mantan Direktur Operasional Bank SulutGo, Judy Koagouw.

“Baru satu nama calon yang diajukan, sehingga terpaksa harus ditunda lagi,” imbuhnya.

Menurut Bachmid, pihaknya berkeinginan secepatnya proses penetapan Dirut Bank Mamalut, sehingga secara terstruktur semua jabatan terisi.

“Kalau dari kita (Komisaris) dan Direksi berkeinginan untuk cepat terisi, karena ada dari sisi penilaian tingkat kesehatan bank atau yang disebut RGEC, sehingga kita bisa memperoleh nilai baik, karena itu juga salah satu  faktor penilaian,” harapnya.

Namun demikian, Bachmid katakan, untuk proses sampai pada penetapan seorang Direktur atau Dirut, akan melalui proses dan waktu yang cukup lama.

“Pencalonannya harus melalui persetujuan RUPS, setelah itu dilanjutkan dengan fit and proper test, dan ditetapkan kembali melalui RUPS, sehingga memang membutuhkan waktu. Kita berharap semester pertama di tahun 2019 sudah ada Dirut defenitif,” ucapnya.

 

Berkaitan dengan minimnya calon kata Bachmid, hal ini disebabkan, karena di dalam AD mengatur persyaratan terkait dengan hal dimaksud.

Salah satu diantaranya, jika yang mencalonkan itu berasal dari luar daerah, maka harus setingkat direktur.

“Ini yang sulit, adar mantan direktur, akan tetapi usianya sudah tidak sesuai, karena usia juga dibatasi dalam AD, yakni 50-60 tahun,” pungkas Bachmid.(*)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan