Dana Hari Pattimura dan HUT  RI Dipertanyakan             

AMBON, MG.com – Pimpinan Kecamatan Saparua maupun Saparua Timur tidak pernah terbuka soal pengunaan dana Hari Pattimura maupun HUT RI.

Akibat tidak tranparansinya penggunaan anggaran untuk dua moment ini dikeluhkan salah satu anggota Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) yang enggan namanya dipublikasikan ini kepada MG.com, Senin (3/09/2018).

Menurut sumber ini, kedua camat yakni Camatb Saparua Timur, H. Pattisahusiwa dan A. Pattiasina Camat Saparua Kabupaten Maluku Tengah tidak pernah secara terbuka mengumumkan besaran anggaran yanh diperuntukan bagi dua event tersebut.

“Camat Saparua dan Saparua Timur tidak pernah terbuka kepada kami anggota Muspika yang ada di kedua kecamatan khusus masalah dana perayaan Hari Patimura maupun pada perayaan HUT Proklamasi,  pada hal sebelum pelaksanaan kedua event ini selalu diawali rapat koordinasi diantara kami anggota Muspika namun pada pertemuan tersebut keduanya hanya membahas masalah teknis pelaksanaan dan pengamanan, ini yang menjadi tanda tanya, bagi kami,” terangnya.

Sumber ini mengakui pernah meminta stafnya menemui Camat Saparua  meminta proposal pengusulan dana Perayaan HUT Patimura yang setiap tahun pendanaannya dialokasikan Pemkab Malteng maupun Pemerintah Provinsi Maluku.

Sayangnya, kedua camat tersebut tidak pernah menyampaikan besaran anggaran yang disetujui pemerintah daerah.

“Setelah anggarannya disetujui, kedua camat ini tudak pernah secara terbuka menyampaikan kepada kami, ini yang membingungkan,” terangnya kesal.

Padahal, pada setiap prosesi adat untuk perayaan HUT Pattimura hingga penyerahan di lapangan Saparua, kedua camat tidak pernah terlibat.   “Dalam pelaksanaan prosesi adat,  pembuatan api Unar hingga pawai obor melintasi beberapa negeri sesuai rute dan obor tiba di Pantai Waisisil tepatnya di monumen Patimura, obor dibermalamkan,  kedua camat tidak pernah ikut, dan ini   mengecewakan anggota Muspika lain serta para raja,” terang sumber kni.

Selain itu, untuk HUT Proklamasi RI, sikap tertutup soal alokasi anggaran juga tetap diberlakukan.

“Lebih mengecewakan lagi, seluruh kelengkapan anggota Paskibraka ditanggung sendiri, termasuk saat latihan tidak ada   biaya transport selain sertifikat dan uang senilai   Rp 30.000.(tiga puluh ribu rupiah),  untuk Paskibraka Saparua Timur,”  kata sumber itu.

Sementara itu salah satu pelatih Paskibraka asal Saparua Timur mengaku diberikan  insentif sebesar Rp. 500.000, (lima ratus ribu rupuah).

Camat Saparua Timur, A. Pattiasina yang dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan dana perayaan Hari Patimura, tidak mengetahuinya karena kucuran dana melalui panitia.

“Khusus untuk HUT RI tidak ada dana selain kebijakan Pemerintah Kecamatan melalui panitia yang dibentuk, melalui sekolah, dan para raja.

Hal senada juga disampaikan Camat Saparua.  A. Patiassina. Menurut Patiassina, untuk dana perayaan Hari Patimura dikucurkan setelah ada proposal dari Latupati Saparua.

“Camat hanya penggerak masa saja, dana tersebut diberikan kepada yang terlibat dalam pelaksanaan acara tersebut mulai dari prosesi adat di rumah adat Aipassa di Negeri Tuhaha, transportasi pulang pergi rombongan adat ke Gunung Saniri, untuk keluarga Matulessy di Negeri Haria dan biaya pengamanan Obor di monumen Patimura di Pantai Waisisil sebesar Rp. 5.000.000. (lima juta rupiah),” terangnya. Selain itu ditangani iPanitia Kabupaten maupun Propinsi. (on)

Tinggalkan Balasan