440 karung Karbon dan 171 Drum Sianida Diamankan di Waeapo

NAMLEA,MG.com – Aparat keamanan di Kabupaten Buru berhasil menggeledah tempat penyimpanan bahan kimia berbahaya yakni sianida dan karbon. Tidak tanggung-tanggung bahan kimia yang berhasil diamankan berjumlah 440 karung Karbon dan 171 drum sianida.

Bahan kimia berbahaya tersebut ditemukan di gudang milik Saharudin alias Olin warga asal Makassar yakni bahan kimia jenis karbon 330 karung dan Sianida 120 drum. Sedangkan di rumah  Sukadi warga asal Pulau Jawa ditemukan bahan kimia jenis karbon 110 karung dan Sianida 51 drum. Keduanya beralamat di Desa Dobowait Unit 18 Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru pada Selasa (21/8/2018) sekitar pukul  13.30 wit.

Pengakuan pemilik rumah maupun gudang jika bahan kimia tersebut diangkut menggunakan dum truck yang dikemudikan Kifli.

Keterangan yang berhasil dihimpun media ini diantaranya dari Rommy pemuda asal Sulawesi  Selatan, bekerja sebagai pembakar emas menjelaskan bahwa, bahan kimia tersebut sudah ada di gudang milik Oling sekitar satu minggu.

Rommy mengaku tidak mengenali orang yang menurunkan bahan kimia tersebut ke gudang penyimpanan milik Oling. “Pada saat membongkar bahan kimia tersebut ada tiga orang namun saya tidak mengetahui identitas ketiganya,” kata Rommy.

Menurutnya, yang mengetahui dan mengenali pembawa bahan tersebut adalah Saharudin alias Oling pemilik gudang.

“Seingat saya, bahan kimia itu dibongkar dua kali namun tidak mengetahui jumlahnya,” terang Rommy.

Sementara itu, Saharudin alias Oling mwngaku bahan kimia yang tersimpan di gudang miliknya diantar sebanyak dua kali menggunakan dum truck yakni  pada Minggu, (19/8/2018) pukul 21.00 WIT dan   Senin (21/8/2018) sekitar pukul 02.00 WIT.

Namun saat itu,  Oling sedang tidur jadi tidak mengetahui jumlah bahan kimia yang berada didalam gudang miliknya.

Oling mengaku tidak  mengenal  Kifli namun sempat berbicara dengannya.

Saat itu kata Oling  bahan kimia tersebut akan dititipkan di gudang miliknya selama tiga hari.

Namun hingga digerebek pemilik bahan kimia tersebut tidak datang untuk mengambilnya

Sedangkan Siti Rumelah istri Sukadi menjelaskan, bahan kimia yang dititipkan di rumahnya pada Senin (20/8/2018) pukul 10.00 WIT  dibawa Kifli.

Siti mengaku diberikan uang penitipan sebesar Rp 1.500.000 untuk tiga hari namjn baru dibayar Rp 1.000.000.

Siti menjelaskan, yang menurunkan bahan kimia tersebut adalah Kifli, dan Mohtar Ngaja alias Angga serta dua orang lainnya yang tidak dikenalnya.

Seluruh bahan bukti telah diserahkan Kapolsek Waeapo yakni Ipda Novit yang diawali dengan penandatanganan Surat Tanda Terima Barang bersama Dandim 1506/Namlea yakni Letkol.Inf. Syarifudin Azis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buru, M. Adji Hentihu, serta disaksikan Sekretaris Desa Dobiwait , Hambali.

Selain barang bukti bahan kimia beracun sianida dan karbon juga lima unit alat panggang  karbon.

Selain itu pada dua rumah tempat penyimpanan bahan kimia tersebut akan dipasang Police Line oleh Polsek Waeapo.

Sumber media ini di Namlea menjelaskan, dari barang bukti tersebut enam (6) kaleng sianida telah terpakai.

“Permasalahan ini telah diserahkan kepada pihak kepolisian dan direncanakan barang bukti akan diamankan di Polres P. Buru,” kata sumber.

Sayangnya, pemilik bahan kimia berbahaya ini mulai dari pemeriksaan atau penggeledahan hingga penyerahan barang bukti belum juga diketahui.

“Ini PR bagi kepolisian untuk mengungkap pemilik bahan berbahaya ini,” tegas sumber. (nam)

 

Tinggalkan Balasan